PALUTA || Duka mendalam menyelimuti warga Desa Siancimun, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Empat orang anak ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kolam ikan milik warga pada Kamis (5/3/2026) petang.

Peristiwa tragis tersebut diketahui sekitar pukul 18.35 WIB, setelah para orang tua korban menyadari anak-anak mereka tidak kunjung pulang ke rumah hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Khawatir terjadi sesuatu, orang tua korban kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menanyakan keberadaan anak-anak tersebut kepada teman-temannya, termasuk kepada salah satu kakak korban.

Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa keempat anak tersebut terakhir kali terlihat sedang bermain dan mandi-mandi di sebuah kolam ikan milik warga bernama Maruli Nasution yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga.
Saat dilakukan pengecekan ke lokasi kolam, warga menemukan keempat anak tersebut sudah dalam kondisi mengambang di permukaan air dan tidak bernyawa.
Warga bersama keluarga korban kemudian mengevakuasi jenazah anak-anak tersebut dan membawa mereka ke rumah salah satu keluarga untuk disemayamkan secara bersama.
Adapun keempat korban yang meninggal dunia yakni:
Juhar Partaonan Tanjung (4 tahun)
Azizi Wahab Tanjung (7 tahun)
Fitri Rivai (8 tahun)
Sri Anggun Rivai (5 tahun)
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak. Camat Halongonan Timur, personel Polsek Padang Bolak, Kapos Pol Halongonan, Kepala Desa Siancimun, anggota Koramil 05 Padang Bolak, Satpol PP Paluta, serta tenaga medis dari Puskesmas Batang Pane II turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Pada pukul 21.00 WIB, tim dokter dari Puskesmas Batang Pane II yang dipimpin oleh dr. Melti Aprina melakukan pemeriksaan visum terhadap para korban. Proses visum tersebut turut disaksikan oleh pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa.
Kehadiran tokoh masyarakat, alim ulama, dan warga sekitar juga terlihat memenuhi rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar lokasi yang berpotensi membahayakan seperti kolam, sungai, maupun parit.(DsP)
