Tapteng - Ketua Umum PMI (Palang Merah Indonesia) Pusat, Jusuf Kalla (JK), mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Kamis (18/12/2025).
Kedatangan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu langsung disambut cerita sedih oleh ibu-ibu yang mengungsi di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, di sebuah sekolah yang dijadikan Posko oleh PMI.
"Rumah kami semua habis Pak, tidak ada lagi yang tersisa," ujar ibu-ibu menyambut JK dan menyalaminya. "Kayu-kayu masih banyak, Pak. Padi, sawah, kami habis semua, Pak," ungkap mereka.
Kepala Lingkungan Kelurahan Tukka, Maria Tambunan, di hadapan JK, mengatakan rata-rata warga di sini bekerja sebagai petani. Sehari sebelum bencana datang, sebagian warga sudah ada yang memanen sawah mereka dan membawanya ke rumah.
"Petani kami semua di sini, Pak. Ada yang mau panen, habis semua sawah kami, hanyut semuanya, Pak," ucap Maria sedih.
Maria juga menyampaikan soal kondisi rumah-rumah mereka yang masih dipenuhi lumpur dan material banjir.
Dia meminta kepada JK agar diberikan bantuan alat-alat untuk bisa membersihkan rumah mereka.
"Jadi, Pak, kami butuh kereta sorong, sekop, cangkul, untuk bisa membersihkan rumah-rumah kami, Pak," ungkap Maria.
Dia juga meminta akses jembatan yang menghubungkan antarkelurahan dan desa di tempat mereka agar segera diperbaiki.
"Jembatan kami juga putus, Pak. Kami mohon agar segera diperbaiki, Pak. Biar kami bisa kembali saling bersosialisasi dan saling membantu dengan warga-warga lainnya," ucapnya.
Mendengar keluhan dan permintaan warga, JK pun berjanji akan membantu mereka.
"Oke... Oke... Sekarang ini prioritasnya adalah pembersihan dulu," ujar JK.
JK membeberkan penanganan pascabencana yang dilakukan melalui tiga tahap utama, yakni tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Seluruh tahapan penanganan bencana ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta PMI.
Bantuan logistik dan kebutuhan dasar telah disiapkan, termasuk dukungan untuk pembersihan rumah warga.
"Untuk tahap awal, kami fokus membersihkan rumah-rumah. Nanti bantuan lain seperti minuman dan kebutuhan tambahan akan dikirim," katanya. "Jadi, yang paling penting itu adalah kembali ke rumah. Itu programnya, baru pembersihan,"tutupnya.(red)
